Urgensi PMII Dalam menghadapi Krisis Sosial Ekologi

https://transisi.org/

Oleh: Kamil Mahmud

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, tak lupa juga dengan provinsi Jawa tengah yang memiliki segudang sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, mulai dari lautan, daratan, hutan, perairan, flora, fauna, kekayaan tambang, sinar matahari, air, udara, dan sebagainya. Sumber daya alam tersebut ada yang dapat di perbaharui dan tidak dapat diperbaharui, serta sumber daya alam yang tidak pernah habis. Diantara sumberdaya alam yang dapat diperbaharui antara lain, hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain adalah batu bara, minyak bumi, logam, dan sebagainya. Serta sumberdaya alam yang tidak pernah habis adalah panas bumi, sinar matahari, air, udara, dan tanah. Sumberdaya ini mempunyai kontribusi terbesar dalam keberlangsungan hidup manusia.

Berdasarkan UU no 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dikatakan bahwa kualitas lingkungan ditentukan oleh apa yang berada di dalam dan di sekitarnya. Setiap perbuatan seseorang pasti akan mempengaruhi di lingkungan sekitarnya. Sebagaimana yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia dalam menata sumberdaya alam. Tentu perbuatan manusia berakibat baik buruknya lingkungannya. Kerusakan lingkungan terjadi menjadi dua kategori, yaitu kerusakan yang terjadi oleh faktor alam ( bencana alam ), dan bencana alam yang disebabkan oleh manusia ( ekologi ).

Pada tahun 2021 sudah tercatat sebanyak 5.042 bencana alam yang melanda di Indonesia, dikutip dari laporan BNPB Indonesia. Dengan jumlah bencana yang sangat banyak tersebut, salah satunya penyebab terjadinya adalah karena ulah manusia yang apatis terhadap lingkungannya. Yang mana tindakan apatis membiarkan lingkungan baik menjadi rusak, bukan menjaga kelestarian alam. Diantara bencana alam yang terjadi karena faktor manusia ( ekologi ) adalah Pemanasan global atau global warming, kebakaran hutan, deforestasi, banjir, tanah longsor, dll.

Provinsi Jawa Tengah dalam tahun 2021 tercatat ada sekitar 622 bencana alam. Jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah bencana yang memakan korban begitu banyak. Mulai dari Bencana alam, bencana yang di akibatkan oleh perbuatan manusia. Populasi penduduk yang kian hari makin bertambah membuat Jawa Tengah mengalami ptoblematika yang semakin banyak. Tata kelola ruang perkotaan yang tidak kondusif membuat permasalahan di berbagai aspek, seperti pada aspek ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, infrastruktur kota, konflik pemanfaatan ruang atau tanah, kebencanaan, hingga ekologi. Misalnya di kota semarang, tidak dipungkiri bahwa semarang merupakan pusatnya Jawa Tengah, yang mana semarang menjadi padat penduduknya. Semakin padat penduduk semakin banyak pula deforestasi untuk dijadikan pemukiman masyarakat, semakin banyak emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktifitas manusia terutama aktifitas dari pembakaran dari bahan fosil (baru bara, minyak bumi, dan gas alam ).

Global warming atau pemanasan global adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Akibat dari global warming adalah bumi terasa lebih panas, membuat orang akan setres karena panasnya bumi, cuaca yang memanas di bumi bagian utara tidak dengan daerah manapun, mencairnya es yang berada di Kutub yang mengakibatkan tenggelamnya daratan. Tidak dipungkiri juga akan naiknya air laut yang berimbas pada daerah pesisir semarang dan seluruh dunia.

Dilansir dari news.detik.com bahwa semarang di prediksi akan tenggelam dalam 50 tahun lagi, hal ini karena naiknya air laut di daerah pesisir semarang yang kian hari makin naik dan melebarnya kawasan yang terendam air laut serta buruknya sistem drainase yang tidak bisa mengalirkan air ke laut. Hilangnya tanah karena terendam  air laut mengakibatkan daerah yang terkena rob menjadi semakin luas. Diperkirakan dari tahun 1999-2100 mendatang kenaikan muka air laut sekitar 1,4-5,8 m (Dahuri, 2002). Tentu spekulasi seperti ini akan membuat penduduk semarang terutama daerah pesisir merasa khawatir jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi yang mewadahi para mahasiswa dalam mengaktualisasikan ide, gagasan, serta wawasan inovasi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pergerakan mahasiswa islam Indonesia mempunyai landasan berfikir Ahlussunnah waljamaah sebagai referensi untuk berjalannya sebuah organisasi. Nilai Dasar Pergerakan (NDP) merupakan bagian dari nilai-nilai spritual Ahlussunnah waljamaah sebagai landasan berfikir. Dalam mengaktualisasikan Nilai Dasar Pergerakan, perlu diketahui bahwa di dalam NDP ada tiga pilar yeng terdiri dari: Hablumminallah, Hablumminannas, dan Hablum minal alam. Hablumminallah merupakan bagaimana terciptanya keindahan kita dalam berhubungan dengan Tuhan dalam konteks ini adalah nilai-nilai spiritual, Hablumminannas diartikan sebagai hubungan manusia dengan manusia, yang mana manusia merupakan mahkluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Hablum minal alam diartikan sebagai hubungan manusia dengan alam, karena Tuhan menciptakan alam untuk kehidupan manusia dan manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya alam.

Hablum minal alam bukan diartikan sebagai membuang sampah pada tempatnya saja, namun lebih dalam lagi diartikan sebagai, bagaimana kita bisa menjaga, merawat, memanfaatkan alam dengan semestinya, bukan malah mengeksploitasi alam untuk memenuhi hasrat individual. Adanya berbagai isu lingkungan di Indonesia yang kian hari makin bertambah banyak, seharusnya para kader-kader dan aktivis pergerakan mahasiswa islam Indonesia dapat berkontribusi dalam mencegah adanya kerusakan dan eksploitasi alam. Bukan  hanya aktivis lingkungan saja yang berkontribusi dalam mencegah kerusakan alam. Mengingat didalam nilai dasar pergerakan  terdapat hubungan manusia dengan lingkungannya, teruntuk aktivis dan kader-kader diharapkan mengkaji ulang dan mendiskusikan Isu-isu ekologi dan urgensinya serta melakukan advokasi di tempat terjadinya kerusakan alam. Jika gerakan semacam itu sudah dilakukan, semestinya akan memotivasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam mencegah kerusakan alam. Pemerintah juga harus ikut andil dalam upaya mencegah kerusakan lingkungan lewat pembuatan regulasi yang mengatur tentang lingkungan hidup, serta menegaskan agar pelaku perusakan lingkungan di proses secara adil tentang apa yang sudah dilakukannya terhadap kerusakan lingkungan. Bukan malah berkolaborasi dengan oligarki yang dengan tega merusak lingkungan hidup.

Peran  PMII dalam menghadapi krisis ekologi sangatlah penting karena untuk menjaga, melestarikan, meruwat, dan memanfaatkan kondisi alamnya. Mengingat dalam NDP sudah tertera jelas antara relasi manusia dengan alam. Para kader dan aktivis harus memegang erat nilai-nilai Dasar Pergerakan dalam merawat lingkungan hidup. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang mau membuka matanya untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan. Melakukan aksi didepan kantor pemangku kebijakan memanglah penting, tapi melihat realitas alam yang sedang terjadi juga sangatlah penting. Jangan jadikan pergerakan aksimu hanya sebatas di depan kantor pengusa saja, namun juga dibutuhkan keseimbangan antara melakukan aksi di depan kantor penguasa dengan melakukan aksi di daerah-daerah yang terkena kerusakan lingkungan. Para aktivis dan kader melakukan aksi di daerah-daerah yang terkena kerusakan lingkungan hidup. Melakukan advokasi terhadap masyarakatnya dan melakukan reboisasi di lahan yang seharusnya mendapatkan penanaman pohon. Dengan aksi sekecil itu tentu akan berdampak bagi mereka yang terkena kerusakan lingkungan dan berdampak bagi kehidupan alam yang sehat serta semua orang akan mendapatkan manfaat dari aksi sekecil itu. Dengan tujuan agar terciptanya kebijakan regulasi yang baik dan sehat serta terjaganya lingkungan hidup , yang mana akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

PMII Walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang adakan Diskusi Menanggapi Wacana Kenaikan Harga BBM.

Rab Agu 31 , 2022
Semarang – Dalam menyikapi wacana kenaikan BBM bersubdisi, PMII Komisariat UIN Walisongo Cabang Kota Semarang melalui LAKW (Lembaga Advokasi Komisariat Walisongo) mengadakan diskusi dengan tema Kenaikan Harga BBM, Kepentingan Negara atau Kepentingan Rakyat pada Selasa 30 Agustus 2022 melalui kanal Zoom Meeting. Di awal forum sebagai pantikan, Farhan Ardi Wirahman […]