Toleransi Beragama Film Animasi Upin & Ipin

Oleh : M. Shodiq Al Hakim (Pengurus LPW PMII Komisariat UIN Walisongo)

            Siapa disini yang tak kenal dengan dua sosok bocak kecil botak yang memakai kaos singlet kuning dan biru dalam serial animasi anak-anak. Ya itulah Upin & Ipin. Kedua bocah kecil ini hadir sebagai tokoh utama dalam serial animasi anak-anak yang berjudul Upin & Ipin. Film animasi Upin & Ipin merupakan serial animasi anak-anak yang sudah hadir menemani masyarakat sejak 2007. Film animasi ini diproduksi oleh Les’Copaque di Malaysia dan ditayangkan pertama kali di TV9. Di Indonesia sendiri, Film animasi Upin & Ipin yang berdurasi 5-7 menit setiap episode ini ditayangkan di MNCTV setiap hari pada pukul 19.00.

            Pada awalnya, Film animasi Upin & Ipin ditayangkan untuk menyambut bulan Ramdhan pada tahun 2007 dengan tujuan mendidik anak-anak agar memahami arti dan pentingnya bulan suci Ramadhan. Film animasi Upin & Ipin tidak hanya disukai oleh anak-anak. Namun remaja dan orang dewasa juga banyak yang menyukai film animasi ini. Bagaimana tidak ? Tokoh-tokoh yang di film animasi Upin & Ipin memiliki karakter yang khas, lucu dan menggemaskan. Banyak adegan seru dan menyenangkan yang tersaji dalam film ini. Tak hanya itu, film ini membawa nilai-nilai kental adat melayu dan memberikan pesan moral bagi para penontonnya. Seperti kemandirian, tanggung jawab, kejujuran, gotong royong, Toleransi beragama, kepatuhan terhadap orang tua, guru serta pesan-pesan tersirat lainnya.

Hal yang menarik disini adalah toleransi. Kita bisa melihat bahwa tokoh-tokoh yang ada di dalam film animasi Upin & Ipin terdiri dari berbagai macam karakter, berbeda agama, berbeda suku. Menggambarkan sebuah lingkungan yang plural. Namun dengan lingkungan yang plural tidak menyebabkan setiap karakter berkonflik atas dasar perbedaan. Justru perbedaan yang dikatakan sebagai rahmat itu sangat terlihat jelas di film animasi ini. Bagaimana tidak ? dengan adanya perbedaan pada beberapa tokoh malah menjadikan ikatan persaudaraan yang kuat pada film animasi Upin & Ipin.

Tokoh yang memiliki perbedaan etnis dan agama dengan Upin dan Ipin tak hanya satu namun lebih. Tokoh yang beretnis Tionghoa seperti Meimei dan Uncle Ah Tong. Tokoh yang beragama Hindu seperti Devi, Jarjit singh, Uncle Muthu dan Susanti dari Indonesia. Perbedaan di film ini tidak pernah tergambarkan sebuah perpecahan di antara mereka. Malah menjadi ikatan cinta yang kuat antar sesam manusia.

Ini menjadi pembelajaran yang menarik dan perlu untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dari kata etnis dan agama ini memunculkan mayoritas dan minoritas. Di Indonesia sendiri tak jarang di sebuah tempat yang ada kelompok minoritas menutup diri terhadap kelompok mayoritas. Begitu juga dengan kelompok mayoritas yang tak mau terbuka dengan kelompok minoritas. Dari film animasi Upin dan Ipin ini kita bisa tahu bahwa perbedaan itu indah dan perbedaan tak selalu memunculkan konflik.

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Soren Kierkegaard dan Gangguan Kecemasan

Ming Jul 24 , 2022
Oleh: Sahabat Agung Saat ini, penyakit psikologis; gangguan kecemasan lazim dialami. Kebanyakan orang, mengartikan gangguan kecemasan sebagai keadaan emosional yang tidak menawarkan nilai positif. Setelahnya, orang-orang mereduksi gangguan tersebut dengan aktivitas panik, histeria, atau ramuan obat dan rekreasional. Sementara para ahli yang fokus di bidang perihal emosi menyadari, bahwa bagaimana pun […]