Ayah Tiri Cabuli Anak: Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 16 Tahun Penjara dan Denda Rp. 1 Miliar

Dok. Kopri Koms. UIN Walisongo

Sidang kasus pencabulan anak di bawah umur oleh ayah tirinya telah melalui proses yang cukup panjang. Perjuangan seorang Ibu yang tengah mencari keadilan untuk anaknya yang menjadi korban atas perlakuan suaminya telah sampai pada agenda pembacaan putusan hakim (Rabu, 6 Juli 2022).

Pada sidang pembacaan putusan, Ketua Majelis Hakim Immanuel Ari Budiharjo menyatakan terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pencabulan sehingga dijatuhi hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan hukuman 6 bulan penjara.

Sidang berakhir mengharukan, Ibu korban menangis terharu seraya bersyukur dengan putusan tersebut, Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan maksimal terhadap terkdakwa sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Alhamdulillah putusannya sesuai tuntutan, semoga ini yang terbaik. Mental korban lumayan membaik saat ini, udah ada peningkatan juga belajarnya, Alhamdulillah. Cuma dia kasian mungkin lihat bundanya berjuang, tapi saya selalu meyakinkan nggak papa kak, kakak belajar yang rajin biar bunda yang berjuang”.

Putusan yang dijatuhkan telah sesuai dengan tuntutan JPU Kejari Kota Semarang, terdakwa terbukti melanggar Pasal 76E jo Pasal 82 ayat 2 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam mempertimbangkan perkara ini, Hakim menyatakan bahwa korban dicabuli di berbagai tempat di antaranya di kamar korban, dapur bahkan di mobil. Korban berusaha melakukan perlawanan namun terdakwa membentak dan mengancam korban akan dipukuli.

.

.

Rep: Yayuk Sri Rahayu

Ed: F02

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Soren Kierkegaard Menyoal Qurban Ibrahim

Sen Jul 11 , 2022
Oleh: Sahabat Agung Sebuah pesan berantai dijejalkan kepada Ibrahim waktu ia sedang tertidur. Melalui mimpinya, Ibrahim diminta untuk menyerahkan Qurban: anaknya Ismail kepada Tuhannya. Berulang kali Ibrahim memimpikan hal yang sama. Hingga pada mimpi ketiganya, Ibrahim tidak segan lagi menyembelih sang putra karena ia mengetahui bahwa mimpi tersebut datang dari […]